Langsung ke konten utama

Postingan

tentang Mei 1998

Suatu pagi di bulan Mei 1998, 20 tahun yang lalu. Kami sekitar 20an orang Pengurus Ormawa Undana sedang dalam kelas LKMM (Latihan Ketrampilan Manajemen Mahasiswa) Tingkat Menengah. Sesi pagi itu diisi oleh Dr. Alo Liliweri (kini Profesor), yang masuk sambil membagikan potongan kliping Harian Jawa Pos. Beta lupa tanggal terbitannya. Kliping itu berjudul : Pius Lustrilanang, dulunya orang baik. Prof. Alo meminta kami berkomentar atas kliping yang beliau bagikan. Beta ingat pasti komentar beta, bahwa jika dulunya dia orang baik maka berarti sekarang tidak lagi. Saat itu, Pius dan bbrp nama lainnya sedang menjadi perbicangan krn termasuk dalam korban penculikan tim Mawar Koppasus yg dilepaskan dalam keadaan selamat.                                     Foto milik kk Ansi RD : saat regenerasi Pengurus UKM Kesma  LKMM TM itu tidak tuntas karena bbrp saat kemudian gelombang demonstrasi menu...

tentang lagu Flobamora

FLOBAMORA Flobamora tanah airku yang kucinta Tempat Beta dibesarkan Ibunda Meski sudah lama jauh di rantau orang Beta inga Mama janji pulang e Hampir siang Beta bangun sambil menangis Mengenangkan Flobamora manis e Rasa dingin Beta inga di pangku Mama Air mata basah pipi sayang e Biarpun tanjung teluknya jauh tapele nusaku Tapi slalu terkenang di kalbuku Anak Timor maen Sesandu dan menyanyi Bolelebo Rasa girang dan badendang pulang e Keterangan fotoMesa : Patung lelaki bermain Sesandu  bertopi Ti'ilangga, yang terletak di depan Gedung Balaikota Kupang Catatan betaMesa:  Lagu ini menggambarkan kerinduan seorang perantau yang jauh dari tanah kelahirannya, Flobamora. Flobamora merupakan akronim dari nama-nama pulau di Propinsi Nusa Tenggara Timur yaitu Flores, Sumba, Timor dan Alor.   Beberapa orang mengkritisi lirik "anak Timor maen Sesandu", mengapa bukan Anak Rote yang bermain Sesandu. Menurut betaMesa, penulis lag...

tentang Rarodok dan Kaneker

Semua kita pernah mengalami masa kecil, masa yang penuh warna. Dari masa ini, ada banyak permainan yang indah untuk dikenang. Mungkin saja permainan-permainan itu sudah jarang dimainkan oleh anak-anak jaman now, bahkan menjadi sesuatu yang asing bagi generasi game online. betaMesa merekam beberapa permainan dari masa kecil itu, sebagai catatan untuk anak-anak Daniel dan Hannah.                                     Rarodok dengan peralatan moderen di salju Mount Buller   sumber foto  https://www.facebook.com/photo.php?fbid=3501405380009&set=a.3497827770571.2127710.1417941571&type=3&theater RARODOK Setelah dewasa, betaMesa mengerti bahwa ternyata permainan rarodok ini dapat dikategorikan sebagai permainan yang ekstrim bagi anak-anak. Rarodok yaitu permainan berseluncur dari tempat yang tinggi ke tempat yang lebih rendah. Media yang biasa kami gunakan adalah p...

tentang komunis

PKI di Rote (cerita Papa)                                                               foto : Lencana Papa (alm) Gonjang-ganjing isu PKI dan komunis yang berseliweran beberapa waktu belakangan ini membuat BetaEndik teringat cerita dari Papa tentang orang-orang yang dituduh terlibat Gerakan Tiga Puluh September (G30S) PKI pada tahun 1965. Pada saat peristiwa itu terjadi, Papa sudah bekerja sebagai Pegawai pada Jawatan Kejaksaan di Kota Ba’a di Pulau Rote. Berita pembunuhan para Jenderal di Jakarta, dalam sekejap menyebar sampai ke seluruh pelosok negeri termasuk Pulau Rote, pulau terselatan di negeri ini. Tindakan cepat lalu diambil untuk menangkap semua mereka yang dituduh mendalangi, melakukan dan mendukung peristiwa pembunuhan itu. Sebagai bagian dari aparat penegak hukum, bersama para tentara, polisi, hakim dan jaksa,...

tentang Sasando

Sesandu a.k.a sasandu or sasando foto : Yapri Imanuel Nunuhitu, keturunan IX Nunu Foeh, pembuat dan pemain sasando elektrik Ada banyak versi yang beredar di masyarakat mengenai asal mula terciptanya alat music sasandu. Salah satunya adalah cerita rakyat yang berkisah tentang Sangguana, seorang nelayan yang terdampat di pulau Ndana. Ia dibawa menghadap raja Ndana, Takalaa, dan terkesima melihat kecantikan putri raja. Sangguana kemudian jatuh cinta pada putri raja namun sang raja memberikan syarat bahwa ia harus membuat dan memainkan alat music yang lain dari biasanya, untuk menghibur seisi istana. Sangguana gelisah karena syarat yang diberika raja cukup berat namun karena hatinya sudah terpaut pada kecantikan sang putri maka dia berpikir keras untuk memenuhi persyaratan tersebut. Maka tertidurlah Sangguana karena kelelahan. Dalam tidurnya, ia bermimpi memainkan alat music yang bunyinya sangat merdu. Sangguana terbangun dan mulai membuat alat music seperti yang muncul di dalam...

tentang Anus Manuain

Octovianus Mantoelain Manoeain Dia, yang kami panggil Uka, sebenarnya bernama Octovianus Mantulain Manuain. Ya, ada nama Papa Saya di situ. Ceritanya berawal ketika Mama Rika (ibu kandung Uka) melintas di depan rumah kami. Mama Saya (Mama Lina) melihatnya dan spontan berkata “Wah, ada Bu Anus di perut tuh”. Mama Rika kaget dan kemudian tertawa mengiyakan. Ia tidak menyangka bahwa Mama Lina bisa menebak dengan tepat kehamilannya. Padahal waktu itu, usia kandungan Mama Rika baru sekitar 4 atau 5 bulan. Maka ketika hari Selasa tanggal 3 Agustus 1971 Mama Rika melahirkan seorang bayi laki-laki, Pa Be’a (Bapaknya Uka) memberinya nama Octovianus, menurut nama Papa Anus Noenoehitoe, papa Saya. keterangan foto : pulang gereja GMIT Petra Kefamenanu  Uka memiliki beberapa saudara antara lain Susi Agus, Susi Sus, Bu Demas, Bu Jal. Sejak umur sekitar 2 tahun, Uka sudah dekat dan terbiasa menginap di rumah kami, yang berjarak tidak terlalu jauh dari rumah orang tua Uka. Keluarga ...

tentang Bai, Nene dan Pawai Kemenangan Pemuda GMIT

Senin, 31 Maret 1997 Beta  dan beberapa teman dari Kampus Fakultas Pertanian Undana,  dimintai tolong oleh Bapak Rodiallek Pollo untuk ikut dalam rombongan Pawai Kemenangan Paskah. Agak samar dalam ingatan, apakah pawai ini bermula dari GMIT Paulus Tingkat I ataukan dari GMIT Anugerah El Tari. Namun yang Beta ingat adalah finishnya di GMIT Ebenhaezer Oeba. Rutenya melewati Komdak (Polda) lalu ke Kuanino, Fontein lalu melewati Terminal Kupang dan pertokoan Kampung Solor terus ke Oeba, memutari  Straat A dan berbelok kanan ke Gereja Ebenhaezer. Bersama kawan-kawan, Beta masuk dalam rombongan paling depan yaitu rombongan GAMKI NTT. Hari dan tanggal  ini Beta ingat betul karena tepat setelah bubaran pawai, Beta mendapat berita bahwa Bai (kakek dari pihak Papa), telah berpulang ke Rumah Bapa. Bai meninggal dalam usia hampir 88 tahun. Rabu, 2 April 1997 Menurut rencana, Bai akan dimakamkan pada siang hari itu. Namun pada pagi harinya, Nene (istri Bai), menghe...